Andri dan Syehdi, Korban Loker Kamboja Asal Jambi: Rindu Pulang

Nurlela Rasyid
5 Min Read

Pengalaman Korban Penipuan Lowongan Kerja di Kamboja

Andri Budi Sanjaya, seorang korban penipuan lowongan kerja di Kamboja, menceritakan pengalamannya selama berada di penampungan KBRI Pnom Penh. Menurut informasi yang diperolehnya, hingga tanggal 16 Februari tercatat sebanyak 4.254 WNI melapor dan tinggal di penampungan tersebut.

Di tempat penampungan, kondisi para korban sangat memprihatinkan. Mereka harus sahur dengan makanan dan minuman yang tersisa dari malam sebelumnya. Suara azan tidak pernah terdengar di kawasan tersebut. Andri mengungkapkan rasa rindu terhadap tanah air yang sangat dalam.

“Kami sahur dengan sisa makanan yang kami simpan malam tadi, kami semua rindu tanah air,” katanya saat dihubungi via pesan singkat.

Selama dua bulan, ia belum pernah mendengar suara azan, meskipun teman-temannya ada yang mendengarnya di KBRI. Informasi ini berasal dari rekannya asal Palembang, Farel Farezi, yang menyebutkan bahwa sekitar 15 korban asal Palembang telah ditelepon oleh Gubernur Sumsel, Walikota Palembang, dan pihak lainnya.

Para korban asal Palembang dikabari bahwa mereka akan segera dipulangkan ke Indonesia. Andri berharap pihak pemerintah Jambi juga segera menghubunginya dan beberapa korban lainnya asal Jambi.

Saat ini, terdapat 15 orang WNI yang berangkat dari penampungan tempat Andri berada. Para korban yang berada di penampungan dan hotel atau penginapan turut berangkat ke Indonesia. Total yang berangkat hari ini mencapai 62 orang, berasal dari Jakarta, Makassar, Manado, Medan, dan Jawa Barat.

Andri menambahkan bahwa nama rekan asal Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, Syehdi sudah masuk daftar yang bisa berangkat pulang ke Indonesia. Namun, Syehdi ingin berangkat bersama Andri. Dalam komunikasi antara keduanya, mereka membuat dan mengirimkan video singkat mengenai kabar mereka berdua di penampungan.

Dalam video tersebut, mereka merasa kebingungan karena tidak memiliki uang dan tiket pesawat untuk pulang ke Indonesia. Oleh karena itu, mereka meminta pertolongan kepada pemerintah Kota Jambi, Gubernur Jambi, Ketua DPRD Kota dan Provinsi Jambi, Ketua Dinas Sosial Kota Jambi, Ketua Baznas Kota Jambi, dan semua pejabat lainnya.

“Kami memohon pertolongan, pak. Supaya kami cepat pulang ke Indonesia. Kami sudah enggak tahan lagi di sini. Sudah 1 bulan kami di tempat penampungan Indonesia ini, Penampungan imigrasi yang ada di Kamboja ini, Pak. Sudah sebulan kami,” ucap Andri.

Andri juga mengirimkan sebuah video korban lainnya di Penampungan tempat ia berada. Dalam video tersebut, tampak 11 korban asal Medan duduk berbaris didalam sebuah kamar. Seorang pria juga tampak mewakili para korban lainnya untuk memohon kepada pemerintah mereka agar segera dipulangkan ke Indonesia.

Diketahui, pria tersebut bernama Budi Akbar, berasal dari Kota Medan, Sumatera Utara. Berikut isi pernyataan Budi Akbar bersama 10 rekannya dalam video yang dikirimkan Andri:

“Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, (Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh) Salam sejahtera buat kita semua. Kepada yang terhormat Bapak Bobby Nasution selaku Gubernur Sumatera Utara dan jajaran staf-staf pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Saya dan teman-teman selaku warga Sumatera Utara meminta permohonan untuk pulangnya kami ke Sumatera Utara. Karena kami tidak mampu untuk membeli tiket pesawat untuk pulang ke tanah air. Kami mohon untuk Bapak, Ibu tersebut bisa membantu kami agar kami bisa pulang ke tanah air. Kami berhasil kabur dari perusahaan scammer. Karena di sini ada razia besar-besaran, Pak. kami enggak tahu. Bahwasanya di situ ada tindak pidana scammer. Kami dijanjikan di sini kerja restoran. Enggak tahunya kami dijadikan pelaku scammer. Kami kerja dipaksa di sini, Pak. Kami mohon, Pak, bantuanannya untuk segera kami dipulangkan ke tanah air, ke provinsi Sumatera Utara. Agar kami ketemu dengan keluarga kami, sanak saudara, istri dan lain-lain, Pak. Kami mohon, Pak, agar bantuanannya segeralah kami dipulangkan, Pak. Kami kurang lebih sudah 1 bulan, Pak, di sini, Pak, di penjara imigrasi Kamboja. Kami mohon kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara, Bapak Bobby Nasution beserta jajarannya agar mendengarkan suara dari warga Sumatera Utara ini, Pak. Sekian dan terima kasih, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh (Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh),”

Berikut Nama Korban Penipuan Pekerjaan Scam di Kamboja Asal Medan yang Tertera di Dalam Video:

  • Budi Akbar (Medan)
  • Hendriansyah (Medan)
  • Indrawan (Tebing Tinggi)
  • Ramadhan Syahputra nasution (Medan)
  • Rudi Ridwan (Domisili Medan, KTP Bekasi)
  • Mauli Oktada Rambe (Medan)
  • Iqbal Hamid (Medan)
  • Arjun pernandus (Medan)
  • M Rizki al-rahman (Medan)
  • Muhammad Yudi asbianto (Medan)
  • Rahmat Kurniadi (Medan)

Share This Article
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *