Konflik Geopolitik: Davigo Sebut Motor Listrik Kurangi Ketergantungan BBM

Amanda Almeirah
3 Min Read

Motor Listrik Sebagai Solusi dalam Menghadapi Ketegangan Geopolitik

Dalam situasi ketegangan geopolitik yang semakin meningkat, produsen motor listrik lokal Davigo menilai bahwa kendaraan listrik bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM). Hal ini diungkapkan oleh General Manajemen Davigo, Aprizal, yang menyatakan bahwa kondisi tersebut berpotensi memicu lonjakan harga energi, termasuk BBM.

Menurut Aprizal, situasi ini dapat memengaruhi daya beli masyarakat serta biaya operasional transportasi di Indonesia. Ia menekankan bahwa ketergantungan terhadap BBM membuat masyarakat rentan terhadap dinamika global. “Ketika harga BBM sangat dipengaruhi dinamika global, maka masyarakat Indonesia berada dalam posisi rentan,” ujarnya.

Biaya Operasional yang Lebih Stabil

Aprizal menilai bahwa kendaraan listrik menawarkan struktur biaya operasional yang lebih stabil dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil, terutama ketika harga energi global mengalami fluktuasi. Biaya pengisian listrik untuk penggunaan harian motor listrik disebut hanya sekitar Rp 6 ribu. Dengan biaya tersebut, kendaraan listrik dinilai menjadi alternatif yang lebih efisien, khususnya bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.

Relevansi bagi Segmen Pekerja

Kondisi ini dinilai semakin relevan bagi segmen pekerja seperti pengemudi ojek online maupun kurir logistik yang sangat sensitif terhadap perubahan biaya bahan bakar. Dengan biaya yang lebih terjangkau dan stabil, kendaraan listrik menjadi pilihan yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.

Dampak Strategis pada Ketahanan Energi Nasional

Selain faktor efisiensi, Davigo juga menilai penguatan industri motor listrik nasional memiliki dampak strategis terhadap ketahanan energi Indonesia. Sebagai produsen lokal, Davigo menyebut beberapa produknya telah memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di atas 40 persen.

“Transisi ke kendaraan listrik bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga soal kemandirian energi nasional dan stabilitas ekonomi,” kata Aprizal.

Teknologi dan Performa Motor Listrik Davigo

Dari sisi produk, motor listrik Davigo dibekali baterai lithium dengan teknologi NMC maupun LFP serta motor berkekuatan 2.000 watt. Motor tersebut diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 160 kilometer dalam satu kali pengisian daya. Bahkan kendaraan ini disebut telah diuji menempuh perjalanan Jakarta–Bandung tanpa perlu melakukan pengisian ulang.

Program Kepemilikan Fleksibel

Untuk memperluas akses masyarakat, Davigo juga menawarkan skema kepemilikan fleksibel melalui program sewa milik atau rent-to-own yang memungkinkan pengguna memiliki motor listrik dengan biaya harian yang lebih terjangkau. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa kendaraan listrik dapat diakses oleh berbagai kalangan masyarakat.

Peran Pemerintah dalam Mempercepat Adopsi Kendaraan Listrik

Di tengah ketidakpastian kondisi global, Davigo juga mendorong pemerintah menghadirkan kebijakan yang dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. “Kondisi saat ini harus menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Dengan dukungan yang tepat, Indonesia bisa mengurangi ketergantungan terhadap energi impor,” tutup Aprizal.

Share This Article
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *