Pak Ogah Emosi Saat Ditegur Buat Macet di Ciracas

Wahyudi
5 Min Read

Peristiwa Cekcok antara Petugas dan Pak Ogah di Ciracas

Sebuah video yang menampilkan peristiwa cekcok antara petugas Sudin Perhubungan Jakarta Timur dengan seorang pria yang dikenal sebagai “Pak Ogah” viral di media sosial. Kejadian ini terjadi di depan Polsek Ciracas, khususnya di putaran arah Jalan Raya Bogor.

Dalam video tersebut, tampak seorang petugas Sudin Perhubungan sedang menegur Pak Ogah karena mengatur arus lalu lintas secara sembarangan. Tindakan ini menimbulkan reaksi dari warga sekitar yang mendukung tindakan petugas. Salah satu warga bahkan meminta agar Pak Ogah diamanankan oleh petugas.

“Pak bawa aja pak, bawa aja pak,” ujar salah satu warga dalam video yang diunggah ke akun Instagram @kabarcibubur24jam.

Menurut Kepala Seksi Operasional Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Emiral August, kejadian ini terjadi pada Jumat (9/1/2026) sekira pukul 15.00 WIB. Awalnya, petugas Satpel Perhubungan Kecamatan Ciracas hendak menindaklanjuti aduan warga terkait tindakan Pak Ogah yang sering kali memberi prioritas kepada kendaraan yang membayar.

Berdasarkan laporan cepat respon masyarakat (CRM), Pak Ogah kerap mendahulukan kendaraan yang ingin berputar arah dengan membayarkan sejumlah uang. Hal ini menyebabkan kemacetan di Jalan Raya Bogor, terutama saat jam sibuk. Oleh karena itu, warga melaporkan hal ini melalui CRM, dan petugas langsung melakukan tindakan.

Emiral menjelaskan bahwa saat awal petugas memberikan teguran, Pak Ogah merasa bahwa tindakannya tidak menyebabkan kemacetan. Bahkan, saat kejadian, ada ambulans yang akan melaju dari arah Kramat Jati menuju Ciracas. Namun, Pak Ogah justru memprioritaskan truk yang ingin berputar arah.

Dalam video, terlihat antara petugas dan Pak Ogah terlibat saling dorong. Petugas berusaha agar ambulans dapat melaju terlebih dahulu, namun Pak Ogah menolak.

“Saat ada ambulans mau lewat tadi petugas kita mau kasih lewat dulu ambulans, karena termasuk prioritas. Tapi Pak Ogah itu malah mau muterin truk. Kita tegur malah dia marah,” ujar Emiral.

Beruntung, cekcok antara petugas dan Pak Ogah tidak sampai berbuntut panjang. Warga sekitar lokasi turut mendukung tindakan petugas. Akhirnya, Pak Ogah dapat diamankan oleh petugas ke Polsek Ciracas dekat lokasi kejadian. Ia diberikan pemahaman bahwa tindakan yang dilakukannya salah.

Emiral menuturkan setelah diberikan pemahaman, Pak Ogah mengakui tindakannya salah dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. “Sampai di Polsek dikasih tahu, akhirnya dia minta maaf dan bilang tidak akan mengulangi lagi. Pak Ogahnya satu saja, kalau yang di video ada orang lain itu warga mau membantu petugas,” tuturnya.

Kekerasan oleh Pak Ogah Terhadap Pengendara Sepeda Motor

Selain peristiwa di Ciracas, viral juga sebuah kejadian kekerasan oleh sejumlah pak ogah terhadap pengendara sepeda motor di Perempatan Pesing, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Video berdurasi 12 detik ini viral di media sosial dan menimbulkan keresahan masyarakat.

Dalam video tersebut, terlihat seorang pemotor yang mengenakan pakaian putih dikerumuni oleh sejumlah pak ogah. Ia juga sempat didorong hingga terjatuh sebelum berusaha melarikan diri ke pinggir jalan.

Tidak lama setelah video itu viral, ketiga pelaku ditangkap. Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan, mengatakan masing-masing pelaku memiliki inisial VA (31), RP (29), dan AR (31).

Alexander menjelaskan, peristiwa ini terjadi pada Rabu (7/1/2026) sore. Saat itu, dua pak ogah berinisial RP dan VA sedang beraktivitas di sekitar lampu merah Pesing. Keributan terjadi ketika kaki salah satu pak ogah tersenggol oleh pengendara sepeda motor, sehingga memicu adu mulut di lokasi kejadian.

Di saat bersamaan, seorang pengendara sepeda motor lain berinisial YA merekam kejadian tersebut menggunakan telepon genggamnya. Namun, para pelaku tidak terima aksinya direkam. “Para pelaku kemudian mendekati korban dan berupaya merebut ponsel yang digunakan untuk merekam,” jelas Alexander.

Korban sempat berusaha melarikan diri untuk menghindari kejaran para pelaku di tengah padatnya arus lalu lintas. Saat ini pelaku masih dimintai keterangan intensif untuk menentukan status hukum selanjutnya kepada para pelaku.

“Sejauh ini untuk korban belum membuat laporan,” kata Alexander.

Share This Article
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *