Pemilihan Ketua MUI Kalsel yang Baru
Pemilihan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI telah selesai dilaksanakan di Kandangan, Hulu Sungai Selatan (HSS). Hasil dari Musda ini adalah terpilihnya Abah Guru Syairazi, panggilan akrab Tuan Guru H. Ahmad Syairazi, sebagai ketua MUI Kalsel untuk periode 2026–2031. Ia akan menggantikan posisi sebelumnya yang dijabat oleh KH Husin Naparin.
Abah Guru Syairazi lahir di Kandangan pada tanggal 10 Januari 1976. Sejak kecil, ia telah menunjukkan minat besar dalam menuntut ilmu agama. Pendidikannya dimulai dari SDN Kandangan Kota 6 saat berusia 6 tahun. Pada usia 10 tahun, ia memasuki Madrasah Darul Ulum Pandai Kandangan untuk belajar sekolah arab. Di sana, ia belajar Al-Qur’an dengan guru bernama H. Ahmad Shagir dari Karang Jawa, Kandangan.
Atas anjuran dan nasehat Tuan Guru H. Zainuddin (Guru Inud), Tibung, Kandangan, Abah Guru Syairazi kemudian pindah ke pesantren Dalam Pagar Martapura saat berusia 13 tahun untuk memperdalam ilmu agama. Di sana, ia banyak belajar dari sejumlah guru ternama seperti Tuan Guru H. Hamzah, Tuan Guru H. Ahmad Kasyfuddin, Tuan Guru H. Abdul Hamid, dan lain-lain.
Selain itu, ia juga belajar dari guru-guru lain seperti Tuan Guru H. Abdul Murid, Tuan Guru H. Abdul Halim, Tuan Guru H. Hifni Afif, dan masih banyak lagi. Pada tahun 1991, ia pindah ke Sekumpul untuk memperdalam ilmu agama dengan ulama kharismatik Syekh H. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul) serta sering hadir dalam majlis pengajian Guru Seman Mulya (Guru Padang).
Pada tahun 1993, atas petunjuk dan nasehat Tuan Guru H. Abdus Samad Al Arsyadi, seorang ulama dari Kandangan yang keturunan Datu Kelampayan (Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari), Abah Guru Syairazi dianjurkan untuk melanjutkan studinya ke Makkah. Ia pun berangkat ke tanah suci untuk memperkaya ilmu agamanya.
Tahun 2010, ia kembali ke tanah air, Kandangan, atas isyarat guru-gurunya seperti Abah Guru Sekumpul, Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi Almaliki, dan Al Habib Abdullah bin Abu Bakar Athas Al Habsyi Al Makki. Tujuannya adalah untuk membuka majelis dan pondok pesantren. Tak lama setelah itu, berdirilah Pondok Pesantren Dalam Pagar, Madrasah Diniyah Taklimiyah Al-Busyra, dan Majelis Ta’lim Raudhatul Ghanna Annabawiyah di Kandangan.
Berkat semangat dan ambisi besar terhadap dunia pendidikan, pada tahun 2023, Abah Guru Syairazi akhirnya membangun perguruan tinggi bernama STEBI KHAS (Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam Kyai Haji Ahmad Syairazi).
Pelaksanaan Musda XI MUI Kalsel
Musda XI MUI Kalsel digelar di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Acara ini diselenggarakan di Pendopo Bupati HSS dan dihadiri oleh Sekretaris Provinsi Kalsel Syarifuddin, Bupati HSS Syafrudin Noor, jajaran pengurus MUI Kalsel dan MUI kabupaten/kota, perwakilan MUI Pusat, tokoh agama, serta undangan lainnya pada Jumat (13/2/2026) malam.
Ketua Panitia Pelaksana Musda Ke-XI Kalsel, Drs Ma’rup, menjelaskan bahwa Musda dilaksanakan selama tiga hari, yaitu 13–15 Februari 2026. Salah satu rangkaian acara adalah pembentukan tiga komisi, yaitu Komisi A (Organisasi), Komisi B (Program Kerja), dan Komisi C (Rekomendasi Internal dan Eksternal).
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Kalsel, Syarifuddin, menyampaikan bahwa Musda bertujuan untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menyusun kebijakan umum lima tahunan MUI Provinsi Kalsel secara regional, serta menjadi forum permusyawaratan dan tukar pikiran dalam menjawab permasalahan dan menyusun agenda umat.
Dengan adanya Musda ini, diharapkan akan terpilih pengurus yang mampu membawa umat lebih sejahtera dan menjaga kerukunan. Hubungan antara ulama dan pengurus juga dinilai sangat baik dengan pemerintah, sehingga sinergi yang terbentuk dapat memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat.