Profil Piche, Bintang NTT di Indonesian Idol yang Dicurigai Terlibat Asusila

Rafitman
4 Min Read

Penyidik Polres Belu Periksa Pice Kota dalam Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Bawah Umum

Pencegahan dan penegakan hukum terhadap kejahatan yang melibatkan anak-anak menjadi fokus utama dari penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Belu. Kini, sosok Pice Kota, seorang penyanyi ternama asal Nusa Tenggara Timur, kembali menjadi sorotan setelah diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Pemeriksaan Intensif terhadap Pice Kota dan Terduga Pelaku Lainnya

Pemeriksaan terhadap PK alias Pice Kota dilakukan selama kurang lebih enam jam. Selain Pice Kota, penyidik juga memeriksa terduga pelaku lainnya berinisial R. Kedua pihak tersebut diperiksa secara intensif dengan lebih dari 30 pertanyaan yang diajukan oleh penyidik. Proses pemeriksaan ini berlangsung pada Senin (2/2/2026) di Mapolres Belu.

PK tiba di Mapolres Belu sekitar pukul 14.57 Wita dan baru menyelesaikan pemeriksaan sekitar pukul 21.20 Wita. Sementara itu, R keluar dari ruangan penyidik sekitar pukul 23:45 Wita. Keduanya didampingi oleh penasihat hukum yang sama, yaitu Ian Gilbert Rangga Boro, S.H., M.H.

Profil Pice Kota sebagai Seorang Artis

Dikutip dari Wikipedia, Pice Kota memiliki nama lengkap Petrus Yohannes Debrito Armando Jaga Kota. Ia lahir pada 4 Februari 2002 di Atambua, Nusa Tenggara Timur. Pice Kota adalah salah satu peserta enam besar Indonesian Idol musim ketigabelas pada tahun 2025 yang ditayangkan di RCTI. Karakter suaranya yang khas dan penampilannya yang energik membuatnya mudah dikenali dan menarik perhatian penonton.

Pice Kota merupakan anak keempat dari empat bersaudara. Ayahnya, Antonius Chen Jaga Kota, menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Belu. Ia memiliki tiga kakak perempuan dan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang cukup stabil.

Karier Musik dan Penghargaan

Sejak awal, Pice Kota telah aktif dalam dunia musik. Ia mulai membangun karier sebagai penyanyi di kafe-kafe dan tampil di berbagai panggung kecil di kota asalnya. Ia juga aktif mengikuti lomba-lomba menyanyi tingkat lokal.

Pada suatu kesempatan, Pice Kota mengikuti audisi di Kupang dengan menyanyikan lagu “Superman” dari Ronan Keating. Meskipun awalnya tidak berniat ikut, ia akhirnya memutuskan untuk mencoba karena didesak oleh teman-temannya.

Di babak Final Showcase, Pice Kota berhasil membuat studio galau dengan membawakan lagu “Semata Karenamu” milik Mario G Klau. Meski sering berada di posisi tidak aman, ia terus melaju hingga babak Spektakuler Show. Penampilannya di Top 15 Road to Spektakuler Show dengan lagu “Menghitung Hari 2” dari Anda mendapat apresiasi dari BCL.

Kehidupan Pribadi dan Inspirasi

Pice Kota dikenal mengusung genre pop dalam bernyanyi. Namun, ia juga memiliki sosok yang sangat menginspirasi dalam dunia musik. Salah satu band yang sangat ia kagumi adalah Coldplay. Lagu “Yellow” menjadi salah satu lagu favoritnya yang begitu menyentuh hatinya.

Salah satu impian terbesarnya adalah bisa menyaksikan konser megah dari band internasional tersebut secara langsung.

Tanggapan dari Penasihat Hukum

Setelah proses pemeriksaan selesai, penasihat hukum Pice Kota dan R, Ian Gilbert Rangga Boro, SH.MH, menyampaikan bahwa kehadiran kliennya merupakan bentuk ketaatan terhadap hukum dan penghormatan terhadap proses hukum yang sedang berjalan.

Ia menegaskan bahwa kliennya dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan persetubuhan terhadap perempuan di bawah umur ACT (16) yang diduga terjadi di salah satu hotel di Kota Atambua.


Share This Article
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *