Safari Ramadhan Pemprov Sulbar di Polman, Momentum Mengenang Almarhum Wakil Gubernur
Safari Ramadhan yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menjadi momen penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Selain sebagai ajang berbuka puasa bersama, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengenang 40 hari wafatnya Wakil Gubernur Sulbar, almarhum Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga.
Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, Bupati Polewali Mandar Samsul Mahmud, Sekretaris Daerah Polman, serta ratusan masyarakat setempat. Suasana khidmat dan haru turut menyelimuti acara, yang diiringi dengan doa dan perayaan yang khusuk.
Kenangan Mendalam atas Kepergian Almarhum Wakil Gubernur
Dalam sambutannya, Gubernur Suhardi Duka menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian almarhum Wakil Gubernur. Ia mengungkapkan bahwa selama masa deklarasi hingga memimpin Provinsi Sulbar, ia memiliki kedekatan yang sangat erat dengan almarhum.
“Semua kenangan itu terekam jelas di memori saya. Kita masih membutuhkan nasihat dan keteladanannya, namun kita harus melepaskan dengan tulus. Cukuplah tangis kita, mari kita yakini bahwa almarhum kini berada di tempat yang jauh lebih baik,” ujarnya dengan nada haru.
Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan melanjutkan nilai-nilai serta pesan yang telah ditinggalkan almarhum sebagai panduan dalam membangun daerah.
Apresiasi terhadap Kinerja Pemda dan Program Pembangunan
Selain mengenang sosok almarhum Wakil Gubernur, Suhardi Duka juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Polewali Mandar Samsul Mahmud atas berbagai capaian dalam perbaikan tata kelola pemerintahan di daerah tersebut.
Menurutnya, berdasarkan data terbaru, kinerja birokrasi di Polman menunjukkan perkembangan yang positif. Indeks Reformasi Birokrasi Polman kini berada di angka 70,88 (nilai BB), yang berarti tata kelola pemerintahan sudah semakin baik. Begitu pula dengan Monitoring Center for Prevention (MCP) terhadap korupsi yang mencapai 75,8, angka yang cukup tinggi dibandingkan beberapa daerah lain.
Gubernur menambahkan bahwa indikator makro ekonomi seperti pertumbuhan ekonomi yang mulai meningkat serta angka kemiskinan yang menurun menjadi bukti nyata keberhasilan sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar.
Fokus pada Pengembangan Sektor Pertanian, UMKM, dan Kelautan
Sebagai salah satu lumbung pangan Sulawesi Barat, Polman juga menjadi fokus pengembangan sektor pertanian dan kelautan. Dalam kesempatan tersebut, gubernur menekankan pentingnya meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 1,4 menjadi minimal 2,0 agar produktivitas lahan pertanian semakin optimal.
“Kita ingin sawah-sawah di sini minimal dua kali tanam dalam setahun. Tahun ini Pemprov Sulbar mengalokasikan anggaran sekitar Rp6 miliar untuk melanjutkan pembangunan irigasi Lakejo agar fungsionalitas lahan semakin meningkat,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga mendorong hilirisasi produk pertanian melalui penguatan UMKM untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Beberapa langkah yang direncanakan antara lain:
- Sektor kakao, melalui pembagian mesin produksi butter guna meningkatkan nilai tambah produk hingga lima kali lipat.
- Pakan ternak, dengan memanfaatkan potensi jagung dan dedak lokal untuk memenuhi kebutuhan pakan secara mandiri.
- Sektor kelautan, dengan rencana pengadaan 4 hingga 5 kapal tangkap bagi nelayan pada tahun 2027 guna menekan inflasi yang dipicu oleh harga ikan.
Dukungan Cepat Terhadap Korban Kebakaran
Sementara itu, Bupati Polewali Mandar Samsul Mahmud dalam kesempatan tersebut juga melaporkan dukungan cepat Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terhadap korban kebakaran di wilayah Pamusuwa yang mendapatkan bantuan sekitar Rp600 juta. Ia juga mengungkapkan tingginya solidaritas masyarakat Polman yang berhasil menggalang donasi hampir Rp2 miliar untuk membantu para korban.
“Ini menjadi bukti bahwa sinergi dan kolaborasi kita sangat luar biasa. Baik dari sisi bantuan pemerintah maupun kepedulian masyarakat, semuanya bergerak bersama,” ujar Samsul Mahmud.
Melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, diharapkan hubungan antara pemerintah dan masyarakat semakin erat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Sulawesi Barat yang lebih maju dan sejahtera.