Setelah Satgas Anti-Premanisme, Eri Cahyadi Bentuk Satgas Reformasi Agraria Lawan Mafia Tanah Surabaya?

Nurlela Rasyid
4 Min Read

Pemkot Surabaya Bentuk Satgas Anti-Preman dan Reformasi Agraria

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kini semakin memperkuat upayanya dalam menangani berbagai masalah yang terjadi di masyarakat, khususnya terkait premanisme dan konflik pertanahan. Untuk itu, Pemkot Surabaya membentuk dua satuan tugas (Satgas), yaitu Satgas Anti-Preman dan Satgas Reformasi Agraria. Kedua satuan tugas ini melibatkan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa pembentukan Satgas ini bertujuan untuk mempercepat penyelesaian berbagai permasalahan yang ada di masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan keamanan dan sengketa tanah. “Ada Satgas Anti-Preman, dan yang kedua adalah Satgas terkait dengan Gugus Tugas Reformasi Agraria,” ujarnya usai acara pelantikan di Graha Sawunggaling, Gedung Pemkot Surabaya, Jumat, 2 Januari 2026.

Menurut Eri, penanganan masalah tersebut tidak hanya dilakukan oleh Pemkot Surabaya saja, tetapi juga melibatkan seluruh elemen Forkopimda. “Jadi bukan hanya pemerintah kota, tapi seluruh Forkopimda yang ada di Kota Surabaya,” katanya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat kini dapat mengajukan laporan langsung ke Satgas Reformasi Agraria, bukan hanya melalui tingkat kelurahan. “Jikalau ada masyarakat yang berhubungan dengan masalah tanah, maka tidak bisa dilakukan oleh hanya lurah, tapi bisa mengajukan ke Satgas Reformasi Agraria,” jelasnya.

Satgas Reformasi Agraria akan terintegrasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menghindari konflik berkepanjangan antarwarga. “Karena Gugus Tugas Agraria ini akan berhubungan dengan BPN, sehingga tidak ada lagi gegeran antara warga perkara surat,” terangnya.

Selain Satgas Reformasi Agraria, Surabaya juga membentuk Satgas Anti-Preman. Rencananya, kedua satuan tugas ini akan tersebar di lima wilayah Surabaya, yaitu barat, timur, utara, selatan, dan pusat. “Hal ini agar mempercepat untuk penyelesaian setiap masalah yang ada di masing-masing wilayah,” katanya.

Saat ditanya terkait kesiapan Satgas Reformasi Agraria, Wali Kota Eri memastikan bahwa tim tersebut telah terbentuk dan siap bekerja. “Sudah terbentuk, terkait dengan permasalahan tanah. Timnya terdiri dari BPN, Kejaksaan, pemerintah kota, (Forkopimda) semuanya ada di sana,” tegasnya.

Eri mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor jika menghadapi persoalan pertanahan. “Sehingga nanti masyarakat kalau ada permasalahan terkait dengan tanah, misal ditipu, ya lapor ke situ,” pesannya.

Untuk mekanisme pengaduan, ia menyatakan bahwa Pemkot Surabaya saat ini masih memanfaatkan layanan darurat 112, sembari menyiapkan hotline khusus. “Nanti kita siapkan laporan khususnya. Hotline-nya tetap 112, tapi kita lagi membentuk hotline-nya yang bisa langsung,” jelasnya.

Sementara itu, kantor layanan Satgas masih terpusat di kawasan pusat kota. Rencananya, kedua Satgas ini akan dibentuk di lima wilayah Surabaya, yakni barat, pusat, timur, utara, dan selatan. “Sementara kita masih ada di pusat kota, di sebelahnya (kantor) Inspektorat. Tapi nanti insyaallah kita lagi mencari tempat, kita ada di lima wilayah,” imbuhnya.

Wali Kota Eri memastikan masyarakat sudah dapat mulai menyampaikan laporan baik secara langsung maupun melalui layanan telepon. “Kalau masyarakat ingin lapor langsung datang saja, atau lewat 112,” katanya.

Ia menekankan bahwa keberadaan Satgas ini bertujuan untuk menghindari pemberian harapan palsu kepada masyarakat. Karena itu, kolaborasi lintas lembaga dinilainya penting untuk mempercepat penyelesaian masalah pertanahan. “Ketika ada permasalahan tanah masyarakat (jangan) dikasih harapan tapi tidak jalan. Tapi kalau sudah begini (ada Satgas), ini masalahnya (misal) di BPN tidak bisa (selesai), tapi kalau sudah kita reformasi maka jadi satu, ya diselesaikan di sana (Satgas). Ada BPN, kejaksaan, kepolisian, dan pemerintah kota. Jadi masalah bisa cepat selesai,” pungkasnya.


Share This Article
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *