Jalan Haji Lebar Meruya Selatan Disebut Mirip Kandang Truk Towing, Warga Curiga Ada Setoran
Jalan Haji Lebar di kawasan Meruya Selatan, Jakarta Barat, kini terlihat seperti kandang truk towing. Banyak kendaraan berat yang parkir secara sembarangan di tepi jalan, menimbulkan keluhan dari warga sekitar.
Keluhan Warga Mengenai Parkir Truk Towing
Warga setempat mengeluhkan bahwa jalan umum digunakan sebagai tempat parkir mobil derek dan towing. Hal ini dinilai memicu kemacetan, terutama saat jam sibuk. Keberadaan truk towing tersebut juga disebut membahayakan keselamatan pengguna jalan, karena parkirnya di tikungan dan membuat kemacetan saat antar-jemput sekolah.
Keluhan warga tersebut awalnya muncul melalui unggahan media sosial akun @kabar_meruyaselatan. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa jalan umum digunakan sebagai lokasi parkir mobil towing. Penggunaan jalan tersebut dinilai sangat membahayakan dan menyebabkan kemacetan.

Jalan Haji Lebar merupakan akses utama ke permukiman warga dengan lebar sekitar lima hingga enam meter. Lokasinya berada di samping jalan tol Lingkar Luar Jakarta. Truk towing yang terparkir di sana memakan hampir separuh badan jalan di satu lajur.
Pengalaman Warga Sejak Lama
Wahyu (44), warga setempat, mengatakan bahwa parkir mobil towing dan derek di lokasi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Ia menyebutkan bahwa aktivitas tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun.
Menurut Wahyu, sebenarnya ada lahan kosong tak jauh dari lokasi yang sering digunakan sebagai tempat parkir mobil derek lain, yaitu di sekitar Universitas Mercu Buana. Namun, keterbatasan kapasitas lahan membuat sebagian armada memilih parkir di pinggir jalan umum.
“Di depan Mercu situ ada lahan suka dipakai parkir, tapi cuma dikit yang muat. Sisanya di sini, berjejer macam di showroom,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pada waktu tertentu jumlah mobil derek yang terparkir di sepanjang sisi jalan bisa mencapai lima hingga enam unit. Wahyu juga menduga kendaraan-kendaraan tersebut bukan milik Dinas Perhubungan.
“Enggak tahu siapa, tapi bukan dereknya Dishub deh kayaknya. Derek swasta, tapi tulisannya resmi, yang biasa ke sini mah sopirnya doang kan,” papar Wahyu.
Bahaya dan Keberadaan Truk Towing
Wahyu menilai penggunaan jalan umum sebagai lokasi parkir kendaraan berat tidak semestinya dibiarkan, karena membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat malam hari ketika penerangan minim.
“Bahaya, bahaya banget menurut saya. soalnya kalau yang nyetir enggak fokus, pas belok bisa nubruk, mana banyakan emak-emak. Bikin macet juga ini kan makan jalan,” ucapnya.
Ia pun berharap pemerintah dan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat segera turun tangan melakukan penertiban. Wahyu juga mempertanyakan pengawasan terhadap aktivitas parkir tersebut.
“Harusnya ditertibkan lah, kalau enggak ditertibin gini kan jadi pertanyaan, dia bayar ke siapa? Kan enggak mungkin dia asal parkir, pasti nyetor (uang),” tutur Wahyu.
Penertiban Akan Dilakukan
Terkait keluhan tersebut, Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Barat berjanji akan menertibkan mobil derek atau towing yang parkir liar di Jalan Haji Lebar, Meruya Selatan, Kembangan.
Kasi Dalops Sudinhub Jakarta Barat, Agus Prasetyo, mengatakan bahwa pihaknya baru mengetahui parkir liar tersebut dari laporan warga.
“Kami baru mendapat informasinya dari aduan warga. Kalau dilihat dari gambar mobilnya itu untuk towing, jadi itu bukan mobil derek,” ujar Agus.
Agus menjelaskan bahwa bisnis towing swasta kini makin marak di Jakarta. “Jadi memang sekarang ini banyak juga usaha swasta untuk menggendong mobil atau motor, nah sebutannya tuh towing dari satu tempat ke tempat lainnya,” tambahnya.
Agus mengapresiasi laporan masyarakat dan berjanji akan menindaklanjuti sesuai prosedur. “Coba nanti kita cek keberadaannya sesuai dengan laporan warga. Terima kasih atas laporannya,” katanya.
Ia menambahkan bahwa penertiban akan dijadwalkan segera. “Insya Allah nanti hari Rabu kami akan langsung melakukan pengecekan ke lokasi dan melakukan penertiban,” ucap Agus.