Cita-cita Seorang Anak yang Tak Terwujud
NS (12), seorang bocah asal Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, ditemukan meninggal dunia dengan luka bakar yang menimbulkan banyak tanda tanya. Kepergiannya yang mendadak menyisakan duka mendalam bagi keluarga, terutama ayahnya, Anwar Satibi (38). Dalam kenangan Anwar, NS masih ceria dan penuh syukur lima hari sebelum ia pergi untuk selamanya.
Keinginan yang Berbeda dari Anak seusianya
Anwar mengungkapkan bahwa sejak kecil, NS memiliki impian yang berbeda dari teman-temannya. Bocah kelas 1 SMP ini tidak ingin menjadi tokoh populer atau profesi bergengsi, tetapi justru ingin menjadi seorang kiai. Ia ingin membaktikan hidupnya untuk berdakwah dan mengajak orang-orang pada kebaikan.
Untuk mewujudkan impian tersebut, NS selama setahun terakhir menjalani pendidikan di pesantren sambil tetap bersekolah formal. Bagi Anwar, keinginan NS bukan sekadar omongan. Ia melihat kesungguhan dalam diri anaknya, yang kini hanya tinggal kenangan.
Kenangan Terakhir yang Menyentuh Hati
Kenangan terakhir bersama putranya masih terasa jelas di hati Anwar. Lima hari sebelum NS mengembuskan napas terakhir, ia masih terlihat ceria. Bahkan, Anwar sempat mengajaknya berjalan-jalan untuk menghabiskan waktu bersama.
Dalam kehidupan sehari-hari, NS dikenal sebagai anak yang rajin dan sangat berbakti. Ia sering menunjukkan rasa syukur atas hal-hal kecil yang diterimanya dari sang ayah. Misalnya, saat Anwar pulang dan memberinya uang Rp 50.000 rupiah, NS langsung menyambutnya dengan ucapan “alhamdulillah” dan mengatakan bahwa uang itu akan digunakan sebagai bekal di pesantren.
Luka Bakar yang Mencurigakan
Keceriaan yang dulu menghiasi kehidupan keluarga kini sirna. Tubuh kecil NS ditemukan dengan luka bakar di beberapa bagian tubuh. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar tentang apa yang sebenarnya terjadi sebelum ia meninggal dunia.
Pihak keluarga memilih memberikan izin kepada kepolisian untuk melakukan autopsi, demi memastikan penyebab pasti kematian. Mereka berharap bisa mendapatkan kejelasan dan keadilan.
Harapan Akan Keadilan
Anwar menegaskan bahwa ia ingin kebenaran terungkap secara terang. Baginya, jika memang ada unsur tindak pidana dalam kematian putranya, maka hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Ia berharap keadilan ditegakkan bukan hanya demi keluarganya, tetapi juga agar kejadian serupa tidak terulang pada anak lain.
Menanti Hasil Forensik
Hingga kini, keluarga masih menunggu hasil laboratorium forensik. Pemeriksaan tersebut akan menentukan apakah luka bakar yang ditemukan di tubuh NS berkaitan langsung dengan penyebab kematian atau ada faktor lain yang turut berperan.
Di tengah penantian itu, satu hal yang pasti: cita-cita seorang anak untuk menjadi kiai dan menyebarkan kebaikan kini terhenti. Yang tersisa hanyalah doa, harapan akan keadilan, dan kerinduan seorang ayah kepada putra sulungnya yang telah pergi untuk selamanya.