Kronologi Teror yang Diterima Palti Hutabarat di Deli Serdang
Palti Hutabarat, seorang kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), diduga menerima teror beruntun di wilayah Deli Serdang. Insiden ini mencakup pengiriman dua paket COD yang mencurigakan hingga pelemparan bangkai kepala anjing ke depan rumahnya. Berikut adalah kronologis lengkap dari peristiwa tersebut.
1. Pengiriman Paket COD Pertama
Peristiwa teror dimulai pada Jumat (13/3/2026) sore, saat paket COD pertama tiba di rumah keluarga Palti. Keluarga menolak paket tersebut karena tidak pernah memesan dan setelah mengonfirmasi langsung kepada Palti, ternyata ia juga tidak pernah mengirimkan paket ke rumah orangtuanya. Hal ini memicu kecurigaan akan adanya tindakan tidak wajar.
2. Pengiriman Paket COD Kedua
Keesokan harinya, Sabtu (14/3/2026), datang paket COD kedua. Yang lebih mencurigakan adalah, nama penerima dalam paket tersebut adalah almarhum ayah Palti dengan alamat lama di Jakarta. Ini menimbulkan pertanyaan: bagaimana mungkin seseorang yang sudah meninggal bisa mengirimkan paket? Seperti sebelumnya, paket ini juga tidak dibuka dan langsung dikembalikan.
3. Pelemparan Bangkai Kepala Anjing
Puncak dari teror ini terjadi pada Rabu (18/3/2026). Rumah orangtua Palti dilempar bangkai kepala anjing. Pada hari yang sama, Palti juga menerima kiriman meme intimidatif melalui WhatsApp. Aksi ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap keselamatan dan kenyamanan hidup korban.
4. Reaksi Kuasa Hukum
Wiradarma Harefa, kuasa hukum Palti Hutabarat dari Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) PDIP, menyampaikan bahwa aksi teror ini sangat biadab dan pengecut. Ia menilai penggunaan binatang sebagai alat teror merupakan tindakan yang tidak manusiawi.
“Kami mengutuk aksi teror ini, tindakan biadab dan pengecut apalagi dengan kepala anjing. Juga terjadi di bulan suci Ramadhan,” ujarnya.
Ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelakunya. Selain itu, Wiradarma menyoroti beberapa kasus serupa sebelumnya, seperti pada Risman Lase yang mobilnya dilempar bom molotov di Sibolga, Sumatera Utara, serta penyiraman air keras pada Andrie Yunus KontraS, DJ Donny, Virdian, Sherly, Tiyo Ardianto, Bocor Alus Tempo, dan kasus-kasus lain yang belum terungkap.
5. Reaksi Palti Hutabarat
Palti Hutabarat aktif di media sosial dengan akun @paltiwest. Melalui postingannya, ia menyoroti isu politik dan mengkritisi pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto. Pada akhir Maret 2026, ia membagikan informasi tentang teror yang diterimanya di Instagram miliknya.
Postingan tersebut berupa tiga gambar anjing, termasuk kepala anjing yang dipenggal. Palti menulis:
“Saya coba rekonstruksi anjing yang kepalanya dipenggal hanya untuk alat teror… Sadis sekali memang kalian memakai binatang untuk melakukan teror!!!”
Ia juga membagikan dua berita soal teror yang diterimanya. Dalam captionnya, Palti menulis:
“Rakyat Indonesia tidak perlu takut bersuara dan mengkritik pemerintah yang menggunakan uang pajak kita. Meskipun diteror kita tidak boleh tinggal diam demi anak cucu dan demi INDONESIA RAYA.”