Polda Metro Jaya Wajibkan Tes Urine Berkala untuk Driver Taksi Online

Nurlela Rasyid
3 Min Read



Polda Metro Jaya memberikan peringatan kepada aplikator transportasi online untuk meningkatkan pengawasan terhadap mitra mereka. Imbauan ini muncul setelah seorang sopir taksi online bernama Wendy Arie Harjanto (39) melakukan tindakan pencabulan dan kekerasan seksual terhadap penumpang perempuan pada 14 Maret lalu di kawasan Jakarta Pusat.

Direktur Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO), Kombes Pol Rita Wulandari Wibowo, menyarankan agar para driver taksi online menjalani tes urine secara berkala. Ia menyampaikan hal ini dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (6/4).

“Untuk platform, kami juga memberikan imbauan, kiranya dari platform sendiri melakukan upaya pengecekan urine-nya secara rutin,” ujar Rita.

Tes urine tersebut menjadi penting karena pelaku Wendy diketahui positif menggunakan sabu usai melakukan kekerasan seksual terhadap korban. Rita merekomendasikan agar tes urine rutin ini dilakukan dengan bekerja sama dengan stakeholder terkait dalam penanganan korban kekerasan, seperti polisi dan Komnas Perempuan/KPAI. Tujuannya adalah sebagai upaya pencegahan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kiranya dari platform sendiri melakukan upaya pengecekan urine-nya secara rutin, mungkin bisa bekerja sama dengan kepolisian, atau mungkin dengan badan yang membidangi masalah penanganan korban secara rutin, kepada para driver untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tambah Rita.

Kaca Mobil Taksi Online Jangan Dibuat Gelap

Rita juga mengimbau perusahaan untuk melakukan pengecekan kendaraan yang digunakan oleh para driver. Contoh nyata adalah mobil yang digunakan oleh Wendy, yang memiliki kaca film yang sangat gelap hingga 80% sehingga aktivitas di dalam mobil tidak terlihat dari luar.

“Kemudian juga pengecekan kepada kendaraan karena didapati kendaraannya tidak layak. Kita tidak bisa melihat kondisi situasi di dalam dengan kondisi kaca film kurang lebih 80%. Nah, ini kan mengantisipasi ketika terjadi permasalahan di dalam kendaraan, maka warga sekitar bisa membantu,” jelas Rita.

Rita mengapresiasi perusahaan taksi online pelaku yang sangat kooperatif sehingga penanganan kasus berlangsung cepat. Ia mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke nomor 110 jika menemukan atau mengalami hal serupa.

“Kiranya ada upaya-upaya perbaikan ke depannya, dan apabila mendapatkan informasi segera untuk melaporkan ke pihak yang berwajib di 110,” ucap Rita.

Etika dan Profesionalisme Driver

Ia juga menekankan agar para driver dapat profesional dengan menjaga etika maupun batasan terhadap para penumpang. Hal tersebut penting kata Rita agar para penumpang merasa aman.

“Polda Metro Jaya juga sudah bekerja sama dengan beberapa platform untuk memberikan edukasi kepada para pengemudi bagaimana mereka melakukan profesinya sehingga tidak menimbulkan kecemasan atau rasa tidak aman daripada penumpang,” ungkap Rita.

Waspadai Kemungkinan Terjadinya Pelanggaran

Rita meminta driver waspada akan kemungkinan terjadinya pelanggaran. Ia mendorong driver dapat memahami bila penumpang tidak nyaman.

“Kooperatif ketika memang penumpangnya itu dirasa tidak nyaman atau menemukan adanya hal-hal yang perlu ditindaklanjuti secara segera,” ujar Rita.

Share This Article
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *