Anak Ermanto Percaya Ayahnya Korban Pembunuhan Terencana di Bekasi: Semoga Mati Syahid Di Jalan Allah

Muhammad Muhlis
4 Min Read

Keluarga Ermanto Usman Menganggap Kejadian di Jatibening Bukan Perampokan Biasa

Keluarga Ermanto Usman (65) yakin bahwa peristiwa yang menimpa korban di kawasan Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi bukan sekadar aksi perampokan. Mereka percaya bahwa kejadian tersebut adalah pembunuhan terencana. Anak sulung korban, Fiandy A Putra (33), menyampaikan keyakinannya kepada wartawan pada Selasa (3/3/2026). Ia menjelaskan bahwa ayahnya telah pensiun dari PT Jakarta International Container Terminal (JICT), anak perusahaan Pelindo, sejak sembilan tahun lalu.

“Sejak 9 tahun lalu, ayah saya sudah pensiun dari PT JICT, anak perusahaan dari Pelindo. Kami tahu betul risiko yang bisa terjadi,” kata Putra saat berbicara kepada awak media. Meskipun ia tidak mengetahui secara rinci aktivitas terakhir sang ayah, Putra tetap mempercayai bahwa kejadian yang menimpa kedua orangtuanya bukanlah murni tindakan perampokan.

“Karena ayah saya selalu mencoba untuk membuka kebenaran dan mengutamakan semua orang-orang di lapangan yang sedang kesulitan,” tambahnya.

Kecurigaan Keluarga Semakin Kuat

Kecurigaan keluarga semakin kuat setelah mereka mengetahui bahwa kondisi lantai dua rumah dalam keadaan rapi dan tidak diacak-acak. Padahal, adik Putra, Dinda Nada Alifah, yang tinggal bersama kedua orangtuanya, sedang berada di kamar lantai dua saat kejadian.

“Pihak kepolisian sudah memeriksa bagian atas rumah dan mengatakan bahwa itu steril. Adik saya juga selalu mengunci pintu setiap kali tidur,” ujar dia. Selain itu, beberapa dokumen penting keluarga dilaporkan masih utuh dan berada di tempat aman. Meski begitu, beberapa barang disebut hilang.

“Barang penting yang kami ketahui tidak diambil oleh pelaku. Walaupun kunci mobil diambil, apa fungsinya jika mobilnya tidak dibawa?” tanya Putra. Ia juga menyebut bahwa saat ditemukan, ibunya masih mengenakan kalung. Informasi mengenai gelang emas yang hilang diketahui dari adiknya.

Harapan Keluarga pada Aparat Penegak Hukum

Keluarga berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku. Mereka juga berharap kematian Ermanto mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.

“Ayah saya mudah-mudahan mati sebagai pejuang, mati syahid di jalan Allah,” ucap Putra.

Proses Pengungkapan Kasus

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal mengatakan bahwa anak bungsu korban berinisial Dinda terakhir berinteraksi dengan kedua orangtuanya sekitar pukul 22.00 WIB. “Anak korban tidak mendengar suara keriuhan. Yang bersangkutan tidur jam 01.00 WIB dan itu belum ada suara-suara,” ujar Andi saat ditemui di TKP, Senin.

Peristiwa terungkap saat Dinda terbangun untuk sahur. Biasanya ia dibangunkan sekitar pukul 03.00 WIB, namun pada hari kejadian tidak ada yang membangunkannya. Alarm kemudian berbunyi pukul 04.15 WIB dan ia turun ke lantai bawah. “Akhirnya korban inisiatif ke lantai bawah membangunkan ibunya. Di situ tidak ada jawaban. Yang terdengar suara seperti orang suara mendengkur,” ujar Andi.

Keluarga yang datang kemudian membuka paksa kaca jendela untuk masuk ke rumah. “Kemudian keluarganya datang dan kaca dibuka paksa. Di situ dilihatlah korban sudah tergeletak kedua-duanya,” kata Andi.

Untuk mengungkap kasus tersebut, Direktorat Polisi Satwa menurunkan anjing pelacak (K-9). Berdasarkan pantauan di lokasi, anjing menyisir bagian dalam rumah hingga ke Jalan Raya Kalimalang yang berbatasan langsung dengan pagar depan rumah korban.

Hingga kini, kasus dugaan perampokan disertai penganiayaan tersebut masih dalam penyelidikan. Penanganan melibatkan Polsek Pondok Gede, Polres Metro Bekasi Kota, serta Jatanras Polda Metro Jaya guna mengungkap pelaku dan motif kejadian.


Share This Article
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *