Fenny Apridawati, Sekda Sidoarjo yang Minta Maaf Usai Bukber Mewah Berkonsep Bollywood

Hartono Hamid
4 Min Read

Peristiwa Bukber Mewah di Sidoarjo yang Menimbulkan Kecaman

Sekda Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, akhirnya mengungkapkan permintaan maaf atas acara buka puasa bersama (bukber) yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Acara tersebut viral karena dianggap tidak etis, terutama di tengah keluhan warga mengenai kondisi jalan yang rusak.

Acara bukber mewah ini digelar dengan tema Bollywood dan berlangsung di Mahabarata Palace, Graha Unesa, Surabaya, pada Kamis (6/3/2026). Dalam foto dan video yang beredar di media sosial, banyak pejabat dari lingkungan Pemkab Sidoarjo hadir dalam pakaian bertema Bollywood. Salah satunya adalah Sekda Sidoarjo, Fenny Apridawati, yang memakai saree, busana tradisional khas India.

Tindakan yang Mengundang Kritik

Momen bukber tersebut menimbulkan kecaman dari masyarakat. Hal ini dikarenakan acara tersebut dinilai tidak sesuai dengan situasi ekonomi yang sedang dialami oleh sebagian besar warga. Di samping itu, saat ini Sidoarjo juga menjadi sorotan karena masalah infrastruktur yang kurang memadai. Seorang warganet sempat menyampaikan keluhan tentang kerusakan jalan di kawasan Jalan Lingkar Timur Sidoarjo, yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

Penjelasan dari Sekda Sidoarjo

Usai mendapat banyak kritik, Fenny Apridawati akhirnya memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa acara tersebut tidak menggunakan anggaran APBD. “Perlu saya sampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran APBD. Dan sejatinya acara itu merupakan momentum silaturahmi di bulan suci Ramadan sekaligus dalam rangka penguatan percepatan program PIWK,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa acara tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya perbaikan jalan di Sidoarjo dan persiapan distribusi beras SPHP. Namun, Fenny menyadari bahwa kegiatan tersebut memicu kegaduhan di tengah kondisi ekonomi masyarakat saat ini.

“Saya menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada seluruh masyarakat Sidoarjo. Kami menyadari bahwa sebagai pelayan publik, kami seharusnya lebih peka dan sensitif dalam mendokumentasikan aktivitas, terutama di tengah situasi yang dirasakan warga,” ungkapnya.

Evaluasi dan Kritik Masyarakat

Fenny menegaskan bahwa Pemkab Sidoarjo menghargai setiap kritik yang diberikan oleh masyarakat. “Masukan dan kritik dari masyarakat tentu menjadi pengingat bagi kami di pemerintahan. Untuk terus meningkatkan kepekaan sosial dalam setiap aktivitas dan keputusan yang kami ambil. Karena kepercayaan masyarakat adalah hal yang sangat penting bagi kami,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa kritik dan saran dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi Pemkab Sidoarjo. “Kepercayaan masyarakat adalah aset terpenting bagi kami. Masukan ini menjadi modal berharga bagi kami untuk terus berbenah dan memastikan bahwa dedikasi kami tetap selaras dengan harapan warga Sidoarjo,” katanya.

Profil Singkat Fenny Apridawati

Fenny Apridawati adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) berpangkat Pembina Utama Madya. Ia mengemban amanah sebagai Sekda Sidoarjo sejak Maret 2024. Berikut riwayat pendidikannya:

  • Doktor (Dr.) Ilmu Kedokteran, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, angkatan 2008
  • Magister Kesehatan (M.Kes.)
  • Sarjana Kesehatan Masyarakat (S.KM.)

Rekam jejak karier Fenny Apridawati mencakup berbagai posisi strategis, seperti:

  • Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo, periode 2022–2024
  • Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sidoarjo, periode 2019–2022
  • Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo

Fenny Apridawati juga menjadi salah satu pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dengan nilai terbaik seleksi JPTP Sekda Sidoarjo, pada November 2023.

Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *