Sosok Syukur Iwantoro, Mertua Tyas yang Kini Jadi Sorotan
Sosok mertua Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas, alumni LPDP yang viral karena menyatakan tidak ingin anaknya menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), kini turut menjadi perbincangan publik. Tyas, yang dikenal sebagai penerima beasiswa LPDP, sempat membuat heboh dengan pernyataannya bahwa anaknya lebih baik memiliki paspor kuat dari negara lain.
Salah satu tokoh yang ikut terlibat dalam isu ini adalah ayah mertua Tyas, yaitu Syukur Iwantoro. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertanian RI dan kini menjabat sebagai Vice President di sebuah perusahaan swasta. Selain itu, ia juga memiliki latar belakang karier yang cukup mentereng, bahkan pernah diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Latar Belakang Karier Syukur Iwantoro
Syukur Iwantoro lahir di Situbondo, Jawa Timur, pada 30 Mei 1959. Ia mengawali kariernya di Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai staf di Biro Kerja sama Luar Negeri. Seiring berjalannya waktu, ia naik jabatan secara bertahap hingga menjadi Direktur Pengembangan Mutu Hasil Pertanian. Karier Syukur semakin moncer setelah ia ditunjuk sebagai Kepala Pusat Standardisasi dan Akreditasi Pertanian.
Selama masa kerjanya di Kementan, Syukur pernah menjabat berbagai posisi penting, seperti:
- Kepala Sub-bagian Kebijakan Subsidi dan Harga di Biro Perencanaan
- Kepala Bagian Program Badan Agribisnis
- Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Pemberdayaan Masyarakat Pertanian
- Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi Pertanian
Puncak karier Syukur terjadi saat ia menjabat sebagai Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan dari tahun 2011 hingga 2015. Ia juga pernah menjabat sebagai Sekjen Kementan, posisi administratif tertinggi di kementerian tersebut.
Status Keuangan Syukur Iwantoro
Setelah purna tugas dari Kementan, Syukur Iwantoro kini menjabat sebagai Vice President Director PT RMI-Mitr Phol Group. Di samping jabatannya di perusahaan swasta, ia juga memiliki kekayaan yang cukup besar. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang terakhir kali dilaporkan pada 18 Maret 2019, Syukur Iwantoro memiliki total harta kekayaan sebesar Rp3 miliar.
Berikut rincian harta kekayaan Syukur Iwantoro:
I. DATA HARTA
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp2.660.372.350
1. Tanah Seluas 120 m² di Bekasi, Hasil Sendiri Rp350.000.000
2. Tanah Seluas 162 m² di Bekasi, Hasil Sendiri Rp187.184.000
3. Tanah Seluas 686 m² di Sumedang, Hasil Sendiri Rp16.000.000
4. Tanah Seluas 3.777 m² di Situbondo, Rp247.455.000
5. Tanah Seluas 7.673 m² di Situbondo, Rp139.649.000
6. Tanah dan Bangunan Seluas 143 m²/88 m² di Bogor, Hasil Sendiri Rp450.000.000
7. Tanah Seluas 2.809 m² di Sumedang, Hasil Sendiri Rp20.084.350
8. Bangunan Seluas 34 m² di Jakarta Timur, Hasil Sendiri Rp250.000.000
9. Bangunan Seluas 33 m² di Bandung, Hasil Sendiri Rp350.000.000
10. Bangunan Seluas 25 m² di Jakarta Timur, Hasil Sendiri Rp650.000.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp246.758.000
1. Motor Honda Sepeda Motor Tahun 2010, Hasil Sendiri Rp4.000.000
2. Mobil Daihatsu Terios TX AT Adventure Tahun 2015, Hasil Sendiri Rp160.000.000
3. Mobil Toyota Camry Tahun 2012, Hasil Sendiri Rp82.758.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp125.150.000
D. SURAT BERHARGA Rp.—
E. KAS DAN SETARA KAS Rp81.490.122
F. HARTA LAINNYA Rp.—
Sub Total Rp3.113.770.472
II. HUTANG Rp20.000.000
III. TOTAL HARTA KEKAYAAN (I-III) Rp3.093.770.472
Keterlibatan dengan KPK
Syukur Iwantoro tidak asing dengan peristiwa yang melibatkan KPK. Pada 28 Februari 2013, ia diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap impor daging sapi di Kementan. Saat itu, ia masih menjabat sebagai Dirjen Peternakan.
Pada 2019, Syukur kembali diperiksa oleh KPK dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait dugaan kasus suap pengurusan izin impor bawang putih. Meski demikian, hingga saat ini belum ada informasi resmi tentang status hukumnya.
Pendidikan dan Latar Belakang Keluarga
Syukur Iwantoro lulus dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan gelar S-1 Ilmu Peternakan. Ia juga menyelesaikan pendidikan S-2 di bidang Perencanaan Wilayah dan Perdesaan. Untuk jenjang S-3, Syukur memilih untuk belajar di Inggris, tempat anak dan menantunya tinggal saat ini. Ia mengambil jurusan MBA Agribisnis.
Anak Syukur Iwantoro, Arya Iwantoro, menikah dengan Tyas, sehingga Syukur menjadi mertua Tyas. Setelah pernyataan Tyas yang viral, keluarga besar Syukur juga turut dikuliti warganet.
Penutup
Sosok Syukur Iwantoro kini menjadi sorotan publik, bukan hanya karena jabatannya di Kementan dan perusahaan swasta, tetapi juga karena keterlibatannya dalam isu sosial yang sedang ramai dibicarakan. Dengan latar belakang karier yang mencerminkan kesuksesan, Syukur Iwantoro tetap menjadi figur yang menarik perhatian masyarakat.