Krisantus Kurniawan, Wagub Kalbar yang Menantang Dedi Mulyadi

Hendra Susanto
4 Min Read

Perang Pernyataan antara Krisantus Kurniawan dan Dedi Mulyadi

Masalah infrastruktur jalan rusak di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, menjadi panggung adu argumen antara dua tokoh politik lintas pulau. Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, secara terbuka melontarkan tantangan keras kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). Tantangan ini muncul setelah warga Kalbar membandingkan pembangunan di wilayah mereka dengan kemajuan di Jawa Barat.

Video keluhan warga Sintang viral di media sosial, membuat warga merasa iri dan menganggap pembangunan di bawah tangan dingin Dedi Mulyadi jauh lebih efektif. Menanggapi hal tersebut, Krisantus menekankan bahwa kompleksitas geografis dan keterbatasan fiskal Kalimantan Barat tidak bisa disamakan dengan Jawa Barat.

“Silakan saja, suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalbar. Saya mau lihat, tapi pakai APBD Rp6 triliun bangun Kalbar. Kalau dia bisa, saya cium lututnya,” tegas Krisantus Kurniawan dengan nada menantang.

Dia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam perbandingan yang tidak proporsional. “Semakin luas wilayah, semakin berat biaya pembangunan. Jadi masyarakat jangan sampai gagal paham,” tandasnya.

Respons Bijak Dedi Mulyadi

Mendapat tantangan yang cukup personal tersebut, Dedi Mulyadi memilih untuk memberikan tanggapan yang menyejukkan. Melalui unggahan di media sosialnya, tokoh yang identik dengan ikatan kepala putih ini menegaskan bahwa kerja nyatanya selama ini murni untuk pengabdian, bukan untuk ajang pamer antar-daerah.

“Buat bapak Wakil Gubernur Kalimantan Barat, saya mengucapkan atas tantangannya, mohon maaf selama ini saya melakukan pembangunan di Jawa Barat, tidak ada maksud untuk diperbandingkan dengan daerah lain,” ujar Dedi Mulyadi secara bijak.

Profil Singkat Krisantus Kurniawan

Krisantus Kurniawan adalah putra daerah kelahiran Nanga Layung, 3 Juni 1969. Ia adalah seorang laki-laki beragama Katolik dan berstatus menikah. Riwayat pendidikannya dimulai dari SD Negeri Nanga Sepauk yang diselesaikannya pada tahun 1982. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke SMP Panca Setya dan lulus pada tahun 1985, sebelum melanjutkan ke SMA Panca Setya dan menyelesaikannya pada tahun 1988.

Setelah itu, ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Terbuka Pontianak serta Universitas Tanjungpura. Dalam perjalanan kariernya, Krisantus memulai pengalaman profesionalnya pada periode 1991–1994 di Rokan Group Holding Company. Ia kemudian bekerja sebagai kontraktor di berbagai perusahaan, yakni PT. Sime Indo Agro (1995–1997), PT. Mitra Austral Sejahtera (1997–1998), serta PTPN XIII (1998–1999).

Sebelum menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalbar mendampingi Ria Norsan, ia memiliki rekam jejak panjang sebagai legislator. Karier politiknya dimulai dari DPRD Kabupaten Sanggau (1999–2009), berlanjut ke DPRD Provinsi Kalbar (2009–2019), hingga menembus Senayan sebagai Anggota DPR RI (2019–2024).

Hasil Pilkada 2024

Dalam kontestasi Pilkada 2024, pasangan Ria Norsan-Krisantus Kurniawan berhasil meraih kemenangan telak dengan perolehan 1.364.563 suara (52,80 persen), mengalahkan petahana Sutarmidji. Pada Pilkada 2024, Krisantus Kurniawan maju bersama Ria Norsan.

Harta Kekayaan Krisantus Kurniawan

Berdasarkan LHKPN yang dilaporkan pada 28 Maret 2025, Krisantus tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp3.863.000.000. Menariknya, harta tersebut didominasi oleh Kas dan Setara Kas senilai Rp1,7 miliar serta koleksi kendaraan yang beragam.

Berikut rincian lengkapnya:
* Tanah Dan Bangunan Rp. 1.200.000.000
* Alat Transportasi Dan Mesin Rp. 963.000.000
* Mobil, Toyota Yaris 1.5 S M/T Tahun 2015, Hasil Sendiri Rp. 85.000.000
* Mobil, Ford Ecosport 1.5l Mt-Trend Tahun 2014, Hasil Sendiri Rp. 110.000.000
* Motor, Honda Vario Tahun 2016, Hasil Sendiri Rp. 18.000.000
* Mobil, Jeep Cherokee Trailhawk 2.4a Tahun 2015, Hasil Sendiri Rp. 650.000.000
* Mobil, Nissan Terrano / K3 Kingroad 2.4 Liter Tahun 2006, Hasil Sendiri Rp. 100.000.000
* Harta Bergerak Lainnya Rp. —-
* Surat Berharga Rp. —-
* Kas Dan Setara Kas Rp. 1.700.000.000
* Harta Lainnya Rp. —-
* Sub Total Rp. 3.863.000.000
* Utang Rp. —-
* Total Harta Kekayaan Rp. 3.863.000.000

Share This Article
Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *